Click to listen highlighted text!
INDEX BERITA
08 Nov

Sidang Perkara Perdata Gugatan Penggusuran Gumuk Pasir Kretek, Bantul


Sidang perkara perdata nomor 58/Pdt.G/2017/PN.Btl dilaksanakan di Ruang Sidang Utama Pengadilan Negeri Bantul pada hari rabu tanggal 08 November 2017 dengan acara Pembacaan Gugatan oleh penggugat yang dikuasakan kepada Imanuel Gobay, S.H., M.H.. Pihak tergugat I Bupati Bantul diwakili Bagian Hukum Kabupaten Bantul; tergugat II Gubernur DIY diwakili Biro hukum Sekretariat Daerah DIY, Kasultanan Yogyakarta sebagai tergugat III diwakili kuasa dari Law Office “ACHIEL SUYANTO S & PARTNERS” Werdi Hapsari Murti, S.H. dan turut tergugat Kasat Pol PP Kabupaten Bantul.

video pembacaan gugatan dari penggugat


sidang selanjutnya dijadwalkan rabu tanggal 15 November 2017 dengan acara Jawaban dari Para Penggugat.

 

02 Oct

Penyelenggaraan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2017 di Pengadilan Negeri Bantul


 Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2017 di Pengadilan Negeri Bantul diselenggarakan pada hari Senin tanggal 02 Oktober 2017 pukul 08.00 WIB. Hal ini sesuai dengan surat Sekretaris Mahkamah Agung Nomor 882/SEK/HM.01.2/09/2017 perihal penyelenggaraan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2017 bahwa diinstruksikan kepada seluruh pengadilan pada empat lingkungan peradilan untuk menyelenggarakan upacara pada hari tersebut. Upacara dilaksanakan sesuai dengan Pedoman Penyelenggaraan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2017 dari Menteri Sekretaris Negara dengan surat nomor B-908/M.Sesneg/Set/TU.00.04/09/2017 selaku Ketua Panitia Negara Perayaan Hari-Hari Nasional dan Penerimaan Kepala Negara/Pemerintah Asing/Pimpinan Orgasnisasi Internasional.

Upacara dengan tema nasional yaitu “Kerja Bersama Berlandaskan Pancasila Mewujudkan Masyarakat Adil dan Makmur” ini berjalan dengan lancar, tertib dan khidmat diikuti oleh seluruh pegawai Pengadilan Negeri Bantul. Ketua Pengadilan Negeri Bantul bertindak sebagai Pembina Upacara, sedangkan pegawai Pengadilan Negeri Bantul sebagai petugas dan peserta upacara.

Penyelenggaraan upacara dilaksanakan kurang lebih setengah jam dan kemudian dilanjutkan dengan briefing dari Ketua Pengadilan Negeri Bantul di Ruang Sidang Utama untuk penyampaian evaluasi, pemberian apresiasi positif dan aplaus terhadap penyelenggaraan upacara.

 

 

 

01 Jun

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila


Kamis, 1 Juni 2017 pada pukul 07.45 WIB bertempat di halaman gedung Pengadilan Negeri Bantul dilaksanakan upacara bendera dalam rangka Peringatan Hari Lahir Pancasila. Upacara tersebut dihadiri oleh Jajaran Hakim, Pejabat Struktural dan Fungsional serta Pegawai Pengadilan Negeri Bantul.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Ketua Pengadilan Negeri Bantul, Agus Darwanta, S.H. yang pada kesempatan tersebut membacakan Sambutan dari Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo.

Dalam sambutannya, Bapak Joko Widodo menyampaikan bahwa Pancasila merupakan hasil dari kesatuan proses yang dimulai dengan rumusan Pancasila tanggal 1 Juni 1945 yang dipidatokan Ir. Sukarno, Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945, dan rumusan final Pancasila tanggal 18 Agustus 1945. Adalah jiwa besar para founding fathers, para ulama dan pejuang kemerdekaan dari seluruh pelosok Nusantara sehingga kita bisa membangun kesepakatan bangsa yang mempersatukan kita.

Berikut adalah sambutan lengkap dari Presiden Indonesia Bapak Joko Widodo :

Bismillahirrahmannirrahim,

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Salam sejahtera bagi kita semua,

Om Swastiastu,

Namo Buddhaya.

Hadirin yang saya hormati,

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa pada pagi hari ini kita dapat berkumpul menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila untuk yang pertama kalinya. Upacara ini meneguhkan komitmen kita agar lebih mendalami, menghayati dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Pancasila merupakan hasil dari satu kesatuan proses yang dimulai dengan rumusan Pancasila tanggal 1 Juni 1945 yang dipidatokan Ir Sukarno, Piagam Jakarta 22 Juni 1945 dan rumusan final Pancasila tanggal 18 Agustus 1945. Adalah jiwa besar para founding fathers, para ulama dan pejuang kemerdekaan dari seluruh pelosok Nusantara sehingga kita bisa membangun kesepakatan bangsa yang mempersatukan kita.

Harus diingat bahwa kodrat Indonesia adalah keberagaman. Takdir Tuhan untuk kita adalah keberagaman. Dari Sabang sampai Merauke adalah keberagaman. Dari Miangas sampai Rote adalah juga keberagaman. Berbagai etnis, bahasa, adat-istiadat, agama, kepercayaan dan golongan bersatu-padu membentuk Indonesia. Itulah ke-bhinneka tungga ika-an kita.

Hadirin yang saya hormati,

Kita perlu belajar dari pengalaman buruk negara lain yang dihantui oleh radikalisme, konflik sosial, terorisme dan perang saudara. Dengan Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, kita bisa terhindar dari masalah tersebut. Kita bisa hidup rukun dan bergotong-royong untuk memajukan negeri. Dengan Pancasila, Indonesia adalah harapan dan rujukan masyarakat internasional untuk membangun dunia damai, adil dan makmur di tengah kemajemukan.

Oleh karena itu, saya mengajak peran aktif para ulama, ustadz, pendeta, pastor, bhiksu, pelaku media, jajaran birokrasi, TNI dan Polri serta seluruh komponen masyarakat untuk menjaga Pancasila. Pemahaman dan pengamalan Pancasila dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara harus terus ditingkatkan. Ceramah keagamaan, materi pendidikan, fokus pemberitaan dan perdebatan di media sosial harus menjadi bagian dalam pendalaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila.

Komitmen pemerintah untuk penguatan Pancasila sudah jelas dan sangat kuat. Berbagai upaya terus kita lakukan. Telah diundangkan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2017 tentang Unit Kerja Presiden Pembina Ideologi Pancasila. Bersama seluruh komponen bangsa, lembaga baru ini ditugaskan untuk memperkuat pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, yang terintegrasi dengan program-program pembangunan. Pengentasan kemiskinan, pemerataan kesejahteraan dan berbagai program lainnya, menjadi bagian integral dari pengamalan nilai-nilai Pancasila.

Hadirin yang saya hormati,

Tidak ada pilihan lain kecuali kita harus bahu-membahu menggapai cita-cita bangsa sesuai dengan Pancasila. Tidak ada pilihan lain kecuali seluruh anak bangsa harus menyatukan hati, pikiran dan tenaga untuk persatuan dan persaudaraan. Tidak ada pilihan lain kecuali kita harus kembali ke jati-diri sebagai bangsa yang santun, berjiwa gotong-royong dan toleran. Tidak ada pilihan lain kecuali kita harus menjadikan Indonesia bangsa yang adil, makmur dan bermartabat di mata internasional.

Namun demikian, kita juga harus waspada terhadap segala bentuk pemahaman dan gerakan yang tidak sejalan dengan Pancasila. Pemerintah pasti bertindak tegas terhadap organisasi-organisasi dan gerakan-gerakan yang Anti Pancasila, Anti UUD 1945, Anti NKRI, Anti Bhinneka Tunggal Ika. Pemerintah pasti bertindak tegas jika masih terdapat paham dan gerakan komunisme yang jelas-jelas sudah dilarang di bumi Indonesia.

Sekali lagi, jaga perdamaian, jaga persatuan dan jaga persaudaraan di antara kita. Mari kita saling bersikap santun, saling menghormati, saling toleran dan saling membantu untuk kepentingan bangsa. Mari kita saling bahu-membahu, bergotong-royong demi kemajuan Indonesia.

Selamat Hari Lahir Pancasila. Kita Indonesia, Kita Pancasila. Semua Anda Indonesia, semua Anda Pancasila. Saya Indonesia, saya Pancasila.

Terima kasih,

Wassalammu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Om shanti shanti shanti om,

Namo buddhaya.

Jakarta, 1 Juni 2017

Presiden Republik Indonesia

ttd

Joko Widodo

Upacara selesai pada pukul 08.40 WIB.

Selamat Hari Lahir Pancasila. Kita Indonesia, Kita Pancasila. Semua Anda Indonesia, semua Anda Pancasila. Saya Indonesia, saya Pancasila.

(hdr)

05 Sep

Kolaborasi “Ngopi Bareng” PN Bantul dan “Moro Lego” Disdukcapil Bantul


Pada senin, 4 September 2017 bertempat di Pengadilan Negeri Bantul diadakan forum komunikasi antara PN Bantul dengan Disdukcapil Kabupaten Bantul. 

Forum “Ngopi Bareng” PN Bantul bertajuk “Rembugan Pelayanan Administrasi Kependudukan yang Sederhana, Cepat dan Biaya Ringan ini diadakan sebagai sebuah forum komunikasi yang dibangun dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Layanan teknis seperti perubahan dokumen akta kelahiran, perceraian dan dokumen kependudukan lain yang membutuhkan penetapan dari pengadilan serta tindak lanjutnya merupakan fokus pembicaraan dalam forum ini. Seiring dengan pejabat Kepala Dinas yang baru maka dengan adanya acara ini diharapkan dapat memberikan perubahan positif dalam hal pelayanan kependudukan tersebut.

Acara ini dihadiri oleh Kadis Dukcapil Bantul bapak Bambang Purwadi Nugroho dengan didampingi Kabid Pencatatan Sipil, Kabid Pemanfaatan Data, Kabid Pendaftaran Penduduk, Kasi Kelahiran, Kasi Kematian dan dari Bagian Hukum. Sedangkan Ketua Pengadilan Negeri Bantul didampingi Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bantul, Seluruh Hakim, Panitera, Panitera Muda Perdata, Panitera Muda Pidana, Panitera Muda Hukum, serta Kasubbag Perencanaan, Teknologi Informasi, dan Pelaporan, Kasubbag Kepegawaian, Organisasi dan Tata Laksana, Kasubbag Umum dan Keuangan.

Dari hasil rembugan tersebut beberapa pokok perhatian diantaranya akan adanya MoU berkaitan dengan putusan perkara perceraian dan akta cerai serta kesepahaman bahwa forum seperti ini akan terus berlajut di waktu yang akan datang. (KPN)

 

 

 

24 May

Penandatanganan Komitmen Bersama


KOMITMEN BERSAMA
PENGADILAN NEGERI BANTUL

MENERAPKAN AKREDITASI PENJAMINAN MUTU DALAM RANGKA DALAM RANGKA MEMBANGUN ZONA INTEGRITAS MENUJU WILAYAH BEBAS KORUPSI DAN WILAYAH BIROKRASI BERSIH DAN MELAYANI

Rabu, 24 Mei 2017 Pengadilan Negeri Bantul mengadakan Penandatanganan Komitmen Bersama untuk menerapkan Akreditasi Penjaminan Mutu dalam rangka dalam rangka Membangun Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani. Acara ini dimulai pukul 09.00 WIB dengan dipimpin oleh Ketua Pengadilan Negeri Bantul bapak Agus Darwanta, S.H., Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bantul bapak Subagyo, S.H., M.Hum., dan Panitera Pengadilan Negeri Bantul bapak Raden Widodo, S.H..

Pada kesempatan tersebut Ketua Pengadilan Negeri Bantul memberikan sambutan dan arahan "Agar apa yang akan ditandatangi (baca: komitmen bersama -red) menjadi acuan/pedoman dalam melaksanakan tugas sehari-hari di lingkungan Pengadilan Negeri Bantul".

Selesai sambutan, acara dilanjutkan penandatanganan komitmen bersama dengan dimulai dari unsur pimpinan dilanjutkan pejabat struktural, pejabat fungsional, dan para staf Pengadilan Negeri Bantul.

Acara selesai pada pukul 09.25 WIB dan ditutup dengan doa dan disambut applouse dari seluruh hadirin.  (hdr)

Click to listen highlighted text! Tekan Tombol Speaker